PERSIJA

Novel

Victory - "(n a _ _ _) - Episode 19"

"Lagian main percaya aja sih sama orang, kalo udah begini kan kita rugi semuanya. Ya waktu, ya uang. Mending kita pulang ke Jakarta jelas, lagipula Oma Diah kan udah bersedia bantu", gerutu Bagas panjang lebar. Bambang hanya diam mendengar ocehan Bagas, dalam hati Ia bergumam, "Bener juga yang dibilang Bagas".

read more

Novel

Victory - "(n a _ _ _) - Episode 18"

Sejurus kemudian Bambang membuka pesan tersebut. Isi dari pesan dari nomer yang tidak dikenal tersebut adalah sebagai berikut:


"Selamat pagi. Apa kabar nak Bambang? jika ada waktu dan berkenan kapan kira-kira bisa datang ke rumah, ada yang ingin Ibu sampaikan. Ibu Diah".

read more

Novel

Victory - "(n a _ _ _) - Episode 17"

"No, no, no. Kita ngga ke Dubai Gas", ujar Bambang. "Hah, jadi?", tanya Bagas penasaran. "Kita ke Paris."lanjut Bambang. "Ngapain kita ke Paris Om?", tanya Bagas semakin penasaran. "Nanti gue jelasin, yang penting kita harus pindah dari hotel ini sekarang juga, kita cari hotel baru sampai kita bisa dapat penerbangan paling cepat ke Paris", jelas Bambang.

read more

Novel

Victory - "(n a _ _ _) - Episode 16"

Bambang mendengar cerita tersebut dengan sangat seksama. Sesekali ia membayangkan kejadian yang diceritakan Viktor. Cerita yang sejujurnya menyerupai kisah di film-film laga. Dalam hati ia bergumam, pantas saja petugas keamanan semalam terlihat ingin sekali menangkapku. Tak terasa satu gelas Caipirihna telah Bambang habiskan. Kepala Bambang mulai sedikit terasa berat.

read more

Novel

Victory - "(n a _ _ _) - Episode 15"

"Siapa aku tidak lah penting. Kalo kamu ingin berbicara mengenai O Dragao, temui aku besok sore di Restorante Corcovado", ujar orang tersebut lagi. "Restorante Corcovado. Dimana itu?", Bambang kembali bertanya. "Cristo Redentor bukit Corcovado, jam 5 sore. Sekarang untuk keamanan kalian berdua, pergilah dari tempat ini", ujar orang tersebut dan kemudian pergi kembali  kearah bangku penonton.

read more