Puisi
"Untuk apa mengkhawatirkan hal yang belum tentu terjadi".
"Ujung tombak lahir saat cakrawala berwarna jingga"
"Di saat seperti ini, siap tidak siap, ya harus Grak"
"Jika kalah, kau harus pergi menuju entah"
"Semoga hari ini gol tercipta. Entah lewat kaki, lebih bagus lagi dari kepala".