BAMBANG PAMUNGKAS

  • home
  • /
  • Bambang Pamungkas

Umum

Perjalanan Pertama Ke Eropa [Part Four]

Dalam pesawat malam itu saya sempat beberapa kali terbangun dari tidur. Saya mencoba melihat keluar dan apa yang saya lihat hanya warna hitam yang tak berujung. Rasanya sudah lama sekali saya berada di dalam pesawat ini dan kaki saya sudah terasa kesemutan karena sekian lama saya hanya duduk saja dan jari-jari di kaki saya terasa membengkak sehingga sepatu saya terasa kekecilan. Rasa ingin buang air kecil masih terus saya rasakan sehingga perut saya pun terasa sangat kembung. Sepasang suami istri yang duduk di sebelah saya pun masih tampak tertidur pulas beserta mimpi-mimpinya. Karena tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya mencoba tidur kembali adalah jalan yang saya pilih..

read more

Umum

Perjalan Pertama Ke Eropa [Part Three]

Ehmmm… Pagi ini saya terbangun sedikit terkejut, sinar matahari pagi yang masuk melalui celah-celah tirai jendela kamar membuat mata saya silau sehingga saya pun harus mengubah posisi tidur. Sekilas saya sempat melemparkan pandangan ke dinding kamar, dimana di sana terdapat sebuah jam dinding berwarna putih, waktu telah menunjukkan jam 8 pagi, seketika saya pun melompat bangun. “Wah sudah siang rupanya”, ya semalam saya memang tidur sangat larut, saya pun mencoba melihat ke halaman dari balik tirai dan suasana masih terlihat sepi, hanya seorang tukang kebun yang sedang merapikan rumput halaman yang memang terlihat lumayan agak panjang. Saya pun bergegas mandi agar badan ini terasa lebih segar karena saya akan ke kantor Mas Mirwan yang berada di depan rumah ini…

read more

Tim Nasional

Pentingnya Arti Sebuah Regenerasi

Akhir-akhir ini harus kita semua akui bahwa kondisi persepakbolaan di negara kita tercinta ini sedang dalam keadaan yang sangat kurang baik, jika kita tidak ingin menyebutnya dengan kata sekarat. Sebuah negara yang 20 atau 30 tahun yang lalu konon menjadi salah satu kekuatan di kawasan asia ini sekarang hanyalah menjadi sebuah tim pelengkap di berbagai turnamen. Jangankan berbicara di level dunia atau Asia, di level regional Asean saja kita masih sangat sulit. Terakhir kita mampu menjadi juara di Asean atau SEA Games adalah pada tahun 1991 atau 17 tahun yang lalu. Tentu itu suatu hal yang sangat ironis mengingat Indonesia merupakan negara yang sempat memiliki liga terbesar di dunia, dengan jumlah tim di divisi utama mencapai 36 tim, rasanya di belahan dunia manapun tidak ada yang sanggup menandingi kita dari segi jumlah kontestan. Akan tetapi dengan jumlah yang begitu besar mengapa sangat sulit bagi negara ini untuk membentuk sebuah tim nasional yang tangguh dan berkualitas. Salah siapakah sebenarnya..?

read more

Klub

Dari Puncak Menuju Puncak

Gelaran kompetisi kasta tertinggi di Indonesia, Liga Super, sebentar lagi akan bergulir. Jika tidak ada perubahan yang berarti, kompetisi akan mulai digelar tepat tanggal 12 Juli. Walaupun masih banyak tim yang masih sibuk memperbaiki sarana dan prasarana untuk mendapatkan sertifikat Liga Super, akan tetapi dilihat dari antusiasme klub-klub peserta, rasanya Liga Super akan berjalan sangat menarik. Sejak jauh-jauh hari, klub-klub sudah mulai mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin, sebut saja Persik Kediri dan Persib Bandung yang sudah sejak lama membentuk tim dengan materi pemain yang sangat mumpuni, bahkan pantas jika 2 tim ini disebut-sebut sebagai kandidat kuat juara tahun depan di samping sang juara bertahan Sriwijaya FC tentunya..

read more

Umum

Perjalanan Pertama Ke Eropa [Part Two]

Pagi ini Jakarta terasa aneh di mata saya, suasana jalanan yang sangat sibuk dan padat membuat saya merasa sedikit pusing. Sangat bertolak belakang dengan suasana di kampung halaman saya Getas, Salatiga. Pak Mirwan berkata perjalanan dari terminal Lebak Bulus ke rumahnya di kawasan Kemang akan memakan waktu kurang lebih 30 menit, selama perjalanan saya banyak bercerita dengan Pak Mirwan tentang banyak hal, dari pembicaraan itu saya jadi lebih banyak tau tentang Pak Mirwan dan latar belakangnya termasuk pekerjaannya. Oh iya dia menyuruh saya memanggil dia dengan nama Mirwan saja karena dia merasa agak terganggu dengan panggilan pak dari saya, akan tetapi sebagai orang Jawa yang menjunjung tinggi sopan santun, saya pun memilih memanggil dia dengan sebutan Mas Mirwan dan diapun setuju dengan hal itu. Dari gaya bahasanya saya menebak bahwa mas Mirwan ini adalah golongan orang yang cukup intelektual dan berpikiran maju. Setelah lumayan lama kami memacu mobil di antara padatnya jalanan ibukota, akhirnya kami sampai di daerah yang bernama Kemang, kami memasuki gang kecil yang berada diantara sebuah cafe dan perkantoran, dan tidak lama kemudian akhirnya mobil pun berhenti..

read more