NOVEL

Novel

Victory - "(n-a _ _ _) - Epidode 11"

"Nih", ujar Bambang sambil menunjukkan kertas yang ia coret-coret tadi. "Setiap huruf terakhir dari kalimat (Maksud, hati, berkata, ramah, apadaya, haty, takmampu), jika disusun akan menjadi nama DIAH AYU. Itulah kenapa kakek lo nulis kata hati bukan pake (i) tapi pake (y)", lanjut Bambang. 

read more

Novel

Victoty - "(n a _ _ _) - Episode 10"

"Alamat? sesederhana itu? tapi masuk akal juga sih", ucap Bagas menanggapi. "Hmmmm, tapi apakah semudah itu? dan kalo pun betul, di kota mana kira-kira? bisa jadi di setiap kota ada jalan Salatiga No: 52", ujar Bambang ragu.

read more

Novel

Victory - "(n a _ _ _) - Episode 9"

"Bambang yang sedari tadi mengamati dari atas pun segera melombat kedalam lubang, dan mengikuti Bagas untuk masuk melalui lorong tersebut. Jadi bunker ini sebenarnya bukan berada di bawah garasi, namun di bawah tanah pekarangan di depan garasi. Namun pintu masuk menuju bunker ini berada di bawah garasi".

read more

Novel

Victory - "(n a _ _ _) - Episode 8"

"Kita mencintai Bung Karno karena dengan segala pemikiran dan tindakannya, beliau berhasil memimpin perjuangan bangsa ini hingga sampailah ke gerbang kemerdekaan. Artinya kurang tepat jika kita mencari di bagian kelahiran atau wafatnya Bung Karno. Bung Karno dan Bung Hatta adalah proklamator kemerdekaan. Jadi coba kita cari di bagian yang membahas mengenai proklamasi di buku ini", Bambang menjelaskan mengenai teorinya. "Well done Om, brilliant", sahut Bagas semangat.

read more

Novel

Victory - "(n a _ _ _) - Episode 7"

"Trus mau dibawa kemana persepakbolaan kita di tangan mereka-mereka ini masbro", tanya Bambang kepada ke dua sahabatnya tersebut. Mendengar pertanyaan tersebut Tinho dan Iwan pun hanya mengangkat bahu. "Tergantung para pemainlah mau dibawa kemana semua ini", jawab Tinho. "Betul pada akhirnya memang pemain yang harus ambil sikap bro, kalo pemain hanya ikut arus kayak t*i gini ya ngga akan kelar-kelar masalah sepak bola kita", sahut Iwan dengan nada kesal.

read more