NOVEL

Novel

Victory - "(n a _ _ _) - Episode 16"

Bambang mendengar cerita tersebut dengan sangat seksama. Sesekali ia membayangkan kejadian yang diceritakan Viktor. Cerita yang sejujurnya menyerupai kisah di film-film laga. Dalam hati ia bergumam, pantas saja petugas keamanan semalam terlihat ingin sekali menangkapku. Tak terasa satu gelas Caipirihna telah Bambang habiskan. Kepala Bambang mulai sedikit terasa berat.

read more

Novel

Victory - "(n a _ _ _) - Episode 15"

"Siapa aku tidak lah penting. Kalo kamu ingin berbicara mengenai O Dragao, temui aku besok sore di Restorante Corcovado", ujar orang tersebut lagi. "Restorante Corcovado. Dimana itu?", Bambang kembali bertanya. "Cristo Redentor bukit Corcovado, jam 5 sore. Sekarang untuk keamanan kalian berdua, pergilah dari tempat ini", ujar orang tersebut dan kemudian pergi kembali  kearah bangku penonton.

read more

Novel

Victory - "(n a _ _ _) - Episode 14"

"Itu dia permasalahannya Om", jawab Bagas. "Why?", tanya Bambang lagi. "Kedua permata tersebut saat ini berada di National Museum of Natural History, bagian dari Smithsonian Institution.", jelas Bagas. "Artinya...", Bagas berniat untuk meneruskan pendapatnya, sebelum disela oleh Bambang, "Artinya dua permata itu bukan benda yang dimaksud oleh kakek lo". "Nah", timpal Bagas menegaskan.

read more

Novel

Victory - "(n a _ _ _) - Episode 13"

Jikalau benar benda yang dimaksud Ridwan adalah peninggalan suku Inca atau Chibcha, maka rasa-rasanya benda tersebut bukanlah sebuah guci emas sebuah koin, topeng, senjata, atau patung emas rasanya lebih masuk akal.

read more

Novel

Victory - "(n a _ _ _) - Episode 12"

Seketika Ibu Diah terdiam, raut mukanya nampak sedikit berubah. Beberapa saat kemudian, "Boleh Eyang lihat suratnya?", pinta Ibu Diah. Maka dengan segera Bagas pun membuka tas ranselnya, dan mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat, dimana didalamnya terdapat tulisan teka-teki di buku yang ditinggalkan Ridwan Soedjarwo.

read more