"Don't Crack Under Pressure"

Penulis: bepe, 26 November 2016

Kesuksesan dan popularitas akan selalu berjalan beriringan, iya demikianlah adanya. Sebuah kesuksesan akan selalu diikuti dengan meningkatnya popularitas. Menjadi populer memang menyenangkan, namun tanpa kita sadari pupularitas tidak selamanya baik bagi seseorang. Popularitas bisa berubah menjadi bumerang ketika kita tidak dapat me-managenya dengan sedemikian rupa.

Ambil contoh dalam kehidupan saya. Popularitas yang meningkat seiring kesuksesan seorang atlet, dengan sendirinya akan membuka celah-celah baru dalam setiap sendi kehidupan si atlet. Komunitas baru, lingkungan baru, pergaulan baru, kesempatan baru, dan juga tantangan yang baru. Namun demikian, semua hal tersebut dengan sendirinya juga akan diikuti oleh ancaman yang juga baru. Ancaman yang mungkin tidak pernah terlintas dalam benak si atlet sebelumnya.

Komunitas, lingkungan, dan pergaulan baru dapat menjadi sumber malapetaka ketika si atlet tidak pandai-pandai dalam mengendalikannya. Kesempatan dan tantangan baru dalam bidang yang juga baru, dapat berpotensi merusak konsentrasi dan fokus si atlet, ketika si atlet tidak cermat dalam memilah-milah, mana yang perlu dan mana yang tidak perlu.

Hal-hal tersebut diatas dapat berpotensi menghambat prestasi atlet diatas lapangan. Sukses atau tidaknya seorang atlet dinilai dari apa yang ia tampilkan diatas lapangan. Bukan dari apa yang ia lakukan diluar lapangan. Berubahnya reaksi masyarakat terhadap seorang atlet, dalam banyak kesempatan tidak dapat dimungkiri dapat merubah karakter si atlet itu sendiri.

Berbeda dengan profesi lain, tingkat kepuasan kinerja seorang atlet dimata masyarakat dapat berubah begitu cepat, serta begitu drastis. Contoh soal hari ini si atlet tampil bagus, maka seketika juga pujian akan datang menghampiri. Namun di pertandingan berikutnya yang mungkin hanya berjarak sepekan dan si atlet tampil buruk, maka mereka yang seminggu lalu mengelu-elukan, bisa jadi akan berbalik mencaci.

Semakin populer seorang atlet, maka semakin besar tekanan yang akan ia hadapi.

"Tidak ada hal yang lebih sulit dari menjaga keseimbangan antara popularitas, profesionalisme, dan kenyamanan hidup"

Disinilah arti pentinya peran keluarga. Istri dan anak bagi yang sudah menikah, serta orang tua bagi yang belum menikah. Keluarga akan selalu dapat menjadi alat kontrol serta tempat yang nyaman, bagi siapapun dan bekerja dalam profesi apapun.

"Dibalik kesuksesan seseorang laki-laki, selalu ada sosok wanita hebat di belakangnya, begitupun sebaliknya".

Entah berapa puluh atau ratus kali, saya harus berada pada masa-masa yang sulit dalam karir saya. Keluarga, utamanya istri orang yang selalu mampu menjadi tempat yang tepat untuk menenangkan diri, dan kembali mengisi energi. Pencapaian karir saya sejauh ini, tidak lepas dari peran istri saya yang selalu mendampingi saya, dalam apapun keadaan, dan kondisi saya.

Dalam banyak kesempatan istri adalah sosok yang selalu mampu meredam, menenangkan, memotivasi, menantang, serta memprovokasi saya dalam menjalani karir.

Mengapa saya katakan menantang dan memprovokasi? karena faktanya istri saya adalah sosok yang tidak selamanya berasa di pihak saya. Tidak jarang ia bahkan mengkritik saya untuk apa yang saya tampilkan. Dan jujur hal tersebut sangatlah bagus, karena kritik yang datang dari orang-orang yang kita cintai adalah kritik yang jujur. Hal tersebut akan memberikan sebuah gambaran yang seimbang.

Jika menjadi seorang atlet tidaklah mudah, maka demikian pula halnya menjadi keluarga seorang atlet. Karena secara psikologis mereka juga akan merasakan akibat dari apapun tekanan yang diterima oleh si atlet. Bahkan secara psikologis bisa jadi lebih berat.

Kesuksesan dan popularitas tidak selamanya berefek baik bagi kehidupan kita. Semakin sukses dan populer seseorang, maka dengan sendirinya semakin besar dan berat juga tekan yang akan ia terima.

Namun lebih dari itu, toh pada akhirnya kita membutuhkan tekanan dalam menjalani kehidupan ini.

Karena:

Tekanan akan membuat kita selalu terjaga, tekanan akan membuat kita selalu merasa harus terus belajar, dan tekanan akan membuat kita terus berusaha menggali kemampuan kita sampai pada batas maksimal.

Jadi seberat apapun tekanan yang anda dapatkan dalam karir anda, jadikan sebagai motivasi untuk membuat diri anda menjadi lebih baik.

Don't Crack Under Presurre.

Selesai....

Buku

Buku Bambang Pamungkas, Ketika Jemariku Menari