Lanjutan....


Keesokan harinya Bambang pun datang ke kantor MSG Group di bilangan Kemang. Di ruangan Muiz ia berbicara panjang lebar dengan Muiz mengenai apa yang ia temukan di buku pemberian orang yang dititipkan ke kantor beberapa bulan lalu. Bambang juga menunjukkan secarik kertas berisi salinan dari apa yang ia temukan di buku tersebut.


"Kira-kira ini apa ya?", Muiz coba berpikir. "Dari susuan angkanya sih keliatannya berurutan. Lihat angka depannya, mulai dari 1 berurutan sampai  31", ujar Bambang. "Felling gue ini kayak menunjukkan ke bab, paragraf, kalimat dan seterusnya", lanjut Bambang.


"Bener-bener, masalahnya ada berapa banyak bab di buku itu? nah di bab mana, paragraf mana dan kalimat mana tuh. Lo udah cek semua halamannya?", tanya Muiz. "Udah dan keliatannya ngga ada tanda-tanda lain, tapi  coba nanti gue cek lagi. Nah yang paling penting adalah siapa orang yang ngasih buku ini ke gue, dan untuk maksud apa?, ujar Bambang. "Makanya coba nanti kita tanya Lina, tadi gue udah tanya-tanya ke dia juga, tapi biar dia sendiri yang jelasin ke lo. Kebetulan sekarang dia lagi keluar ke atm sebentar", Muiz berkata.


Tak lama berselang terdengar suara pintu diketuk dari luar. Muiz pun mempersilakan masuk, dan ternyata Lina yang mengetuk pintu. "Nah masuk Lin, ini ada Bambang, coba lo jelasin bagaimana ceritanya buku itu bisa sampe ke kantor", ujar Muiz mempersilakan Lina. "Baik Pak, nah jadi begini Mas....", dan Lina pun mulai menjelaskan.


Secara panjang lebar Lina menjelaskan bagaimana buku itu bisa sampai ditangannya, dan siapa orang yang membawa buku tersebut. Lina menuturkan jika pembawa buku adalah anak muda kira-kira berumur 20-25 tahun dan mengaku bernama Bagas, ia mengatakan hanya melaksanakan amanah dari kakeknya untuk memberikan buku itu kepada Mas Bambang. Lina juga menyampaikan jika pengantar buku bernama Bagas tadi, tidak menyebutkan maksud lain selain melaksakanan amanah dari kakeknya. 


"Saya sempat minta kartu namanya kok Mas", ujar Lina. "Oh ya, mana mba kartu namanya", tanya Bambang. "Saya taruh di bungkusan bersama bukunya Mas", jawab Lina. "Hmmmm perasaan tidak ada kartu nama sih Mba, atau coba nanti saya cek lagi ya", ujar Bambang. "Namanya Bagas ya mba? hmmmm kalo ngga salah dia pernah email ke website, dan mention di twitter deh", lanjut Bambang.


"Nah coba lo cek lagi, kalo kartu namanya ngga ketemu lo bisa kontak lewat email atau twitter", Muiz memberi saran. "Email aja kali ya, kalo twitter agak susah tuh, udah berapa bulan soalnya, udah pasti ketimbun lah itu mention", ujar Bambang. 


Setelah mendapatkan semua informasi yang ia butuhkan Bambang pun pamit pulang. Ia semakin penasaran. Siapa itu Bagas? siapa juga kakek si Bagas? apa kira-kira maksud mereka memberikan buku itu ke dia? dan apa kira-kira maksud tulisan fosfor di buku itu? Banyak pertanyaan berkecamuk di kepala Bambang. Rasa penasarannya pun semakin menjadi-jadi.


Sesampainya di rumah Bambang segera mengambil buku biografi Bung Karno pemberian orang bernama Bagas tersebut. Ia memeriksa halaman demi halaman dengan sangat teliti, dan ia tidak menemukan petunjuk apapun, dan juga keberadaan kartu nama yang dimaksud staf kantor MSG yang bernama Lina, penerima buku ini. 


"Hmmm berarti harus cek email di website nih", gumam Bambang dalam hati. Bambang pun segera membuka ponselnya, ia mulai membuka email website pribadinya, tempat dimana ia sering berinteraksi dengan masyarakat. Ia memeriksa email yang masuk kurang kebih 3-4 bulan lalu. Satu demi satu ia buka email yang masuk di bulan-bulan saat Bagas menitipkan buku ke kantor MSG. Setelah beberapa saat akhirnya Bambang menemukan email dari Bagas.


"Selamat sore. Perkenalkan nama saya Bagas. Siang tadi saya menitipkan sebuah buku ke kantor MSG Group. Mohon kiranya untuk menerimanya. Terima kasih. Regards, Bagas". 


Demikianlah isi email Bagas ketika itu. Dan balasan Bambang adalah:


"Selamat Malam. Terima kasih untuk pemberian bukunya. Sukses selalu buat Anda. Best regards, Bambang Pamungkas".


Bambang pun segera menulis email kembali kepada Bagas, setelah selesai ia pun mengirimkannya. Bambang berharap segera mendapatkan respon dari Bagas si pengirim buku.


Sedang di lain tempat:


Sambil tidur-tiduran Bagas tengah melakukan panggilan video dengan kekasihnya yang tengah berada di London, ketika sebuah notifikasi email masuk muncul di layar ponselnya. Tanpa pikir panjang Bagas pun menekan tanda silang, tanda jika ia sedang tidak ingin mengecek email tersebut. Rasa kangen kepada kekasihnya membuat email atau apapun pesan yang masuk ketika itu serasa tidak penting.


Sudah 2 bulan sejak kekasihnya kembali ke London untuk bersekolah, Bagas tidak bertemu dengannya. Oh iya kekasih Bagas bernama Sinta, namun Bagas biasa memanggilnya dengan sebutan Nemo, karena kekasihnya sangat menyukai sosok ikan badut seperti karakter dalam film animasi Finding Nemo. 


30 menit berlalu dan akhirnya Bagas pun menyudahi panggilan video dengan Nemo kekasihnya. Kasibukan hari ini yang memang cukup padat membuat Bagas memutuskan untuk sejenak merebahkan badan. Tanpa sadar Bagas pun terlelap.


Senja pun datang menjelang. Sebuah panggilan telefon membuat Bagas terbangun dari tidurnya. Seketika ia merah ponselnya yang berada tepat di sampingnya, tanpa melihat siapa yang melakukan panggilan di ujung sana. "Hallo", jawab Bagas. "Gas lo dimana?, orang diujung sana bertanya. "Eh kak, dirumah, kenapa?", jawab Bagas kepada orang diujung sana yang ternyat Laras kakaknya.


"Gas gue lagi di Kemang nih makan sama temen-temen, ada yang mau dititip ngga?", tanya Laras kepada adiknya. "Ah baiknya kakakku tersayang, apa ya? hmmmm  tapi keliatannya dirumah banyak makanan deh kak. Tadi kalo ngga salah sempet lihat ada gudeg. Ngga usah deh kak, makasih", jawab Bagas. "Bener nih, yaudah kalo gitu", Laras menutup pembicaraan.


"Ah banyak pesen masuk nih", gumam Bagas ketika melihat benyaknya notifikasi pesan masuk di ponselnya. Terdapat 3 BBM, 5 Whatsaap dan 1 email masuk sejak ia merebahkan diri, dan tanpa sadar terlelap tadi. Bagas pun membukanya satu persatu.


Sampailah Bagas pada sebuah pesan email yang masuk kira-kira sore hari tadi. Bagas cukup kaget ketika mengetahui identitas si pengirim email. "Ada angin apa dia email gue ya?, tanya Bagas dalam hati. Bagas pun membuka email tersebut.


"Selamat sore. Sebelumnya mohon maaf jika mengganggu waktunya. Langsung pada pokok permasalahan saja, apakah saya boleh meminta nomer telefon Mas Bagas? Hal tersebut berkaitan dengan buku yang ketika itu Mas Bagas titipkan ke kantor saya. Ada sesuatu yang sekiranya ingin saya diskusikan. Terima kasih. Best regards, Bambang Pamungkas.


Demikian isi email yang masuk ke ponsel Bagas. Iya ternyata Bambang Pamungkas yang mengirim email tersebut. "Wah kenapa ya? ada apa dengan bukunya? kasih ngga ya?" begitulah kira-kira pertanyaan yang berkecamuk di kepala Bagas.


Sejenak Bagas pun berpikir, sejurus kemudian ia pun membalas email dari Bambang tersebut.


"Selamat Malam. Apakah ada yang bisa saya bantu Om, apakah ada masalah dengan buku tersebut? ini nomer telefon saya 08138141xxx. Terima kasih. Regards, Bagas".


Malam itu juga setelah menerima email balasan dari Bagas, dan mendapatkan nomer telefon yang bersangkutan, Bambang pun segera menghubungi Bagas.


"Hallo selamat malam, benar ini dengan Mas Bagas?", ujar Bambang membuka pembicaraan melului sambungan telefon. "Iya betul saya sendiri, ini dengan siapa ya?", Bagas balik bertanya. "Ini saya Bambang yang tadi kirim email mengenai buku", jawab Bambang lagi. "Oh Om Bambang Pamungkas?, iya-iya bagaimana Om?", ujar Bagas.


Bambang pun berbicara panjang lebar mengenai apa yang ia temukan di buku yang dititipkan Bagas. Anehnya Bagas malah tidak mengetahui jika di buku tersebut ada tulisan seperti yang disampaikan oleh Bambang.


Sejak pertama kali menerima buku tersebut dari kakeknya dia tidak pernah membacaranya, hanya sekali di hari ketika ia ingin menitipkan buku tersebut ke kantor MSG, itupun ia merasa tidak menemukan hal yang janggal di dalam buku tersebut. Apa yang ditemukan Bambang membuat Bagas sangat penasaran.


Singkat cerita dua hari kemudian mereka pun sepakat untuk bertemu. Rencananya pertemuan akan dilakukan di sekitar area stadion Gelora Bung Karno. Kebetulan lokasi kampus Bagas berada di kawasan senayan, dan di hari yang sama Bambang juga tengah ada jadwal kegiatan di sekitaran stadion Gelora Bung Karno juga.


Bersambung....