Beberapa hari setelah saya resmi mengundurkan diri dari tim nasional Indonesia (1 April 2013), Tribuana Tungga Dewi istri saya meng-upload foto saya berseragam tim nasional, di akun instagram miliknya. Foto tersebut juga dilengkapi dengan sebuah artikel singkat yang ia buat sendiri.

Sebuah artikel singkat yang sejujurnya membuat saya cukup terkejut dan terharu. Membaca apa yang Dewi tulis tersebut, saya hanya berkata dalam hati, "Tidak ada pengorbanan yang sia-sia, setidaknya begitulah sejarah selalu membuktikan".

Di bawah ini adalah artikel yang di tulis Dewi ketika itu.

 

Tribuana Tungga Dewi 

Mungkin aku akan sangat merindukan saat-saat di mana kamu mengenakan baju merah putih, dengan nomer 20 dan lambang garuda di dada ini. Walaupun saat kamu memakainya hati, dan perasaanku tidak pernah tenang. Aku tahu jika aku tidak sekuat kamu. Aku juga tahu jika aku tidak setabah kamu, yang mampu menanggapi semuanya dengan kepala dingin serta senyuman.

Saat kamu bermain bagus, mereka akan memujimu setinggi langit. Sedang saat kamu bermain buruk, mereka menghujanimu dengan cacian serta makian, bahkan terkadang melewati batas-batas kemanusiaan.

Dari lima tahun yang lalu, aku selalu memintamu untuk berhenti. Akan tetapi selama itu juga aku selalu kecewa, karena dirimu tidak pernah mengabulkan permintaan itu. Sejak lima tahun yang lalu, aku juga selalu berdoa agar tenagamu tidak lagi dibutuhkan oleh tim nasional. Akan tetapi selama itu juga doaku tidak pernah terkabul.

Tetapi beberapa hari yang lalu tanpa aku berdoa, tiba-tiba kamu memutuskan untuk menanggalkan seragam kebesaranmu itu. Seharusnya aku senang, seharusnya juga aku bahagia. Tetapi mengapa yang aku rasakan malah sebaliknya. Mungkin karena aku tahu, jika terjadi pertentangan besar dalam lubuk hatimu yang paling dalam. Ini menjadi sebuah keputusan yang sangat berat bagimu.

Terima kasih untuk semua perjuangan, komitmen, dedikasi dan pengorbanan yang telah kamu berikan untuk bangsa ini lewat sepakbola. Apapun penilaian orang terhadapmu, kamu akan selalu menjadi kebanggaanku, dan keluarga.

Sekali lagi TERIMA KASIH.

Selesai....